Kedua foto air terjun diatas dapat kami nikmati dengan akses perjalanan satu arah. Dengan tiket masuk yang Gratis dan Medan perjalanan termudah. Bagaimana cerita desa lengkapnya, kami akan memulainya dari sini.
Salah satu yang membuatnya Unik dari 44 Air terjun yang pernah kami kunjungi di Kabupaten Lumajang, hanya di air terjun bodang ini sebelum kami sampai di Parkiran dipersimpangan jalannya ada masjid besar. Ibadah memang wajib diutamakan sebelum kita melanjutkan tadabbur alam mensyukuri nikmat-nikmatNya.
Loket pintu masuk wisatanya sudah bertahun-tahun tidak ada penjaganya. Menciptakan demokratisasi akses wisata dimana alam menjadi milik bersama dan dapat dinikmati oleh semua orang. Akses masuk gratis menguntungkan dari segi pengunjung pariwisata, tetapi mengkhawatirkan dari segi keamanannya. Jangan lupa membawa kunci pengaman ganda untuk motor atau mobile sampean.
Dititik ini kami berada di ketinggian 288 mdpl. Jalan menuju parkiran total mulus dengan jalan cor, sehingga kami dapat dengan mudah mengakses area parkir tanpa harus khawatir tentang jalan yang berlumpur atau berbatu. Hal ini juga membuat akses ke air terjun menjadi lebih lancar dan nyaman. Area parkir sangat luas dirancang untuk menampung banyak kendaraan. Tidak perlu khawatir tentang kesulitan mencari tempat parkir. Tebing parkiran sudah dilengkapi dengan pagar untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Kami disambut dengan tangga masuk yang telah difasilitasi dengan baik. Tangga-tangga ini dibuat dari bahan cor yang kokoh, memberikan keamanan tambahan saat menelusuri tebing curam menuju air terjun. Pembatas pagar juga telah dipasang sepanjang rute perjalanan. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan ekstra dan mencegah kecelakaan, terutama saat melewati bagian-bagian yang curam dan licin. Konstruksi tangga yang melewati tebing curam telah dirancang dengan cermat untuk memastikan keamanan pengunjung. Dengan mempertimbangkan kondisi alam sekitar dan potensi bahaya, setiap bagian dari tangga tersebut dibangun untuk memastikan keamanan selama penggunaan yang berkelanjutan.
Untuk sampai di jembatan ini kami harus menempuh perjalanan 500 meter turun melewati anak tangga. Sebenarnya tidak begitu jauh, namun tinggal curamnya lumayan ekstrim. Jadi jika pulangnya nanti akan sangat menguras tenaga. Titik terendah di air terjun trap Sewu ini 208 mdpl.
Kondisi yang juga mengancam keindahan alam Trap Sewu adalah sampah rumah tangga. Entah siapa saja yang harus kita sadarkan dan bagaimana cara mengatasi masalah ini tentu tidak bisa hanya dengan setengah hati. Ekosistem bisa terancam dan menimbulkan masalah yang berefek domino. Dari hulu ke hilir, semua perlu duduk bersama menyelesaikan dengan musyawarah mufakat. Saling menyalahkan hanya akan saling menunjukkan egosentris yang tiada guna, yang salah itu adalah yang tidak mau duduk bersama untuk mencari problem solvingnya.
Jarak antara Air Terjun Trap Sewu menuju Air Terjun Randuagung Bodang adalah 1,6 km dengan lintas jalan menanjak 783 meter lalu jalan menurun 586 meter dan jalan mendatar 248 meter. Titik tertinggi 315 Mdpl dan titik terendah 205 Mdpl, total mendaki 264 meter dan tebing turunan 199 meter. Petunjuk Arah utamanya adalah melintasi keujung sepanjang sungai ini.
Makanan yang kami bawa cukup beragam diantaranya Susu sapi asli dari Senduro, Iwak klotok, kacang kruci, sambel, dan Sego glepungan. Kami membawa alat masak beserta gas portable. Beruntung pada saat explorasi ini air sungainya jernih, karena menurut informasi masyarakat sekitar sering terjadi banjir yang mengakibatkan air sungai menjadi bercampur lumpur.
Kami mempersiapkan kasur ban yang bisa membantu berenang. Airnya dingin dan jernih. Salah satu dari kami adalah seorang pelatih renang yang sudah profesional, jadi tidak khawatir sebagai pemandunya. Sekali lagi explorasi kami menyadarkan Lumajang selalu tidak mengecewakan dengan panorama alam yang memukau. Lokasi kedua air terjun ini berada di Dusun Randuagung Desa Bodang Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang - Jawa Timur. Matursuwon, Wajib kita lestarikan dulur.